BBCA menjadi pilihan utama karena dinilai berpotensi menjadi salah satu saham pertama yang kembali diburu investor asing ketika kepercayaan terhadap pasar Indonesia pulih.
Meski berpotensi menghadapi tekanan jual paling besar akibat bobotnya yang dominan dalam indeks, Mirae Asset menilai pelemahan harga BBCA dapat dimanfaatkan untuk mengakumulasi saham secara bertahap.
Selain BBCA, BRIS menjadi pilihan utama lainnya karena kepemilikan saham beredar yang dimiliki investor asing relatif terbatas dan sahamnya tidak masuk dalam indeks MSCI Indonesia.
Kondisi tersebut membuat BRIS lebih terlindungi dari tekanan jual pasif yang berkaitan langsung dengan perubahan klasifikasi Indonesia.
Sebaliknya, Mirae masih berhati-hati terhadap BMRI. Tekanan arus dana berpotensi memperberat kondisi likuiditas saham yang ketat dan keterbatasan modal yang menjadi perhatian analis.