IDXChannel - Pasar modal Indonesia dinilai memiliki sejumlah keunggulan untuk mempertahankan status emerging market di tengah usulan perubahan klasifikasi menjadi standalone market oleh MSCI.
Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Iding Pardi mengatakan, Indonesia memiliki ukuran pasar yang relatif besar, likuiditas yang memadai, serta aksesibilitas bagi investor global.
Namun, transparansi kepemilikan saham dan kualitas data masih menjadi aspek yang perlu diperkuat dalam agenda reformasi pasar modal.
"Kami terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan transparansi, memperkuat kualitas data, dan memastikan akses informasi yang lebih baik bagi investor. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen kami dalam menindaklanjuti perhatian MSCI terhadap pasar modal Indonesia," ujar Iding kepada wartawan, Minggu (18/10/2026).
Berdasarkan data BEI, kapitalisasi pasar saham Indonesia mencapai USD497,96 miliar. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan Nigeria yang sebesar USD106,27 miliar dan Argentina sebesar USD72,94 miliar, yang saat ini berstatus Standalone Market.