Sektor energi mencatat pertumbuhan laba bersih tertinggi sebesar 78,28 persen. BEI menilai perkembangan tersebut perlu dicermati bersama dinamika harga saham, mengingat koreksi pasar tidak selalu mencerminkan penurunan kinerja operasional perusahaan.
Sebagai pembanding, penyedia indeks global FTSE Russell pada 6 Oktober 2026 tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Secondary Emerging dan tidak memasukkan Indonesia ke dalam Watch List. Namun, penilaian setiap penyedia indeks dapat berbeda karena menggunakan metodologi masing-masing.
MSCI sendiri mengumumkan konsultasi terkait usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia pada 15 Oktober 2026. Hingga kini, proses tersebut belum menghasilkan keputusan final.
(DESI ANGRIANI)