IDXChannel - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) menjajaki hilirisasi delapan inovasi kesehatan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mulai dari pengembangan kratom hingga aplikasi kecerdasan artifisial (AI) untuk tuberkulosis. Langkah ini dilakukan dengan menyelaraskan pengembangan riset dengan kebutuhan dan persyaratan industri.
Direktur Komersial PT Kimia Farma (Persero) Tbk, Hanadi Setiarto, menekankan pentingnya komunikasi antara periset dan industri sejak awal penelitian agar inovasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan industri.
“Dari awal sudah berkomunikasi dengan Bapak-Ibu. Jadi, jangan sampai kita sedang melakukan riset, ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan industri,” ujar Hanadi dalam Health Innovation Meeting di Kawasan Sains dan Teknologi Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri BRIN, Mulyadi Sinung Harjono, mengatakan pembahasan teknis diperlukan untuk memetakan kesiapan setiap inovasi dan menentukan tindak lanjut kerja sama kedua pihak.
“BRIN dan Kimia Farma sebelumnya telah menjalin kerja sama, antara lain di bidang radiofarmaka. Pengalaman tersebut menjadi salah satu landasan untuk menjajaki pengembangan inovasi kesehatan lainnya. Dalam pertemuan ini akan dibahas lebih dalam teknisnya,” ujar Sinung.