sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indonesia Masih Layak Masuk Emerging Market, Ini Penjelasan BEI

Market news editor Desi Angriani
18/10/2026 15:11 WIB
Pasar modal Indonesia dinilai memiliki sejumlah keunggulan untuk mempertahankan status Emerging Market.
Indonesia Masih Layak Masuk Emerging Market, Ini Penjelasan BEI (Foto: iNews Media Group)
Indonesia Masih Layak Masuk Emerging Market, Ini Penjelasan BEI (Foto: iNews Media Group)

Dari sisi ekonomi, Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II-2026, dengan inflasi September sebesar 3,28 persen. Cadangan devisa pada akhir September 2026 juga mencapai USD146,3 miliar.

BEI menyebut, Indonesia telah memenuhi sejumlah aspek utama dalam klasifikasi MSCI, mulai dari perkembangan ekonomi, ukuran dan likuiditas pasar, hingga aksesibilitas bagi investor asing. Aspek aksesibilitas tersebut mencakup keterbukaan terhadap investor asing, kebebasan arus modal, efisiensi operasional, serta ketersediaan instrumen dan data pasar.

Indonesia juga memiliki sembilan saham dalam MSCI Standard Index, melampaui persyaratan minimum tiga saham untuk kategori Emerging Market.

Meski demikian, BEI mengakui transparansi kepemilikan saham yang masuk dalam Pilar 5 penilaian MSCI masih menjadi perhatian. Untuk itu, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) terus memperkuat keterbukaan informasi dan kualitas data pasar modal.

Sejumlah langkah yang dilakukan meliputi publikasi data kepemilikan saham di atas 1 persen, pengayaan informasi kepemilikan saham, serta penyempurnaan metodologi High Shareholding Concentration (HSC) untuk memantau konsentrasi kepemilikan dan aktivitas perdagangan saham.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement