MSCI menyoroti keterbatasan transparansi kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi yang berlanjut, serta belum adanya bukti penegakan aturan yang dinilai memadai.
Sorotan itu muncul meskipun otoritas telah menerapkan kewajiban pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan 1 persen, kerangka High Shareholding Concentration (HSC), dan peta jalan peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen.
Menurut Mirae Asset, penurunan status kini menjadi skenario dasar apabila proses konsultasi tidak menemukan bukti perbaikan yang signifikan.
MSCI membuka periode penyampaian masukan hingga 30 April 2027 dan dijadwalkan mengambil keputusan final paling lambat 30 Juni 2027.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada hari yang sama kembali menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi.