IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat laba bersih emiten tumbuh 16,25 persen pada semester I-2026 di tengah koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Pertumbuhan laba tersebut terjadi di seluruh perusahaan tercatat secara agregat. Sementara itu, laba bersih emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 meningkat 18,49 persen.
Sebanyak 74 persen perusahaan tercatat juga membukukan laba, dengan sektor energi mencatat pertumbuhan laba bersih tertinggi sebesar 78,28 persen.
Direktur BEI Iding Pardi menilai, koreksi IHSG tidak selalu mencerminkan penurunan kinerja operasional perusahaan secara langsung.
"Di tengah koreksi IHSG yang terjadi pada pekan lalu, perkembangan ini menunjukkan bahwa koreksi harga saham dan kinerja fundamental perusahaan perlu dipahami sebagai dua aspek yang berbeda," ujar Iding kepada wartawan, Minggu (18/10/2026).