“Ini adalah salah satu fitur yang bisa digunakan oleh investor sebagai sarana untuk mendukung strategi investasinya. Tetapi ini adalah sesuatu yang mengandung risiko. Oleh karena itu, tentu diharapkan investor yang sudah berpengalaman yang menggunakan short selling sebagai bagian dari strategi investasi mereka,” tuturnya.
Sebelumnya, Jeffrey mengatakan saham yang masuk dalam daftar efek yang dapat ditransaksikan melalui short selling akan berasal dari kelompok saham dengan tingkat likuiditas tinggi.
Sebagai tahap awal, BEI mempertimbangkan saham-saham yang masuk dalam indeks LQ45. Namun, tidak seluruh saham dalam indeks tersebut otomatis dapat ditransaksikan melalui mekanisme short selling.
(DESI ANGRIANI)