Kinerja kuartal III juga dapat menjadi pembeda antar saham. Emiten dengan pertumbuhan laba yang kuat, arus kas sehat dan kemampuan membayar dividen berpotensi lebih menarik ketika investor masih berhati-hati terhadap risiko pasar.
Sebaliknya, hasil yang berada di bawah ekspektasi dapat kembali memicu aksi jual meskipun valuasi saham telah terkoreksi.
Rupiah, Obligasi, dan Suku Bunga Jadi Perhatian
Dari sisi makroekonomi, pergerakan rupiah dan pasar obligasi juga akan menjadi faktor penting bagi IHSG.
Pelemahan rupiah yang berlanjut dapat meningkatkan tekanan terhadap saham domestik sekaligus memperbesar risiko arus keluar modal.
Sebaliknya, stabilisasi rupiah dan membaiknya permintaan terhadap Surat Berharga Negara (SBN) dapat membantu meredakan tekanan di pasar keuangan.