Perkembangan penegakan hukum tersebut menjadi penting karena salah satu perhatian MSCI adalah minimnya bukti penegakan aturan yang bermakna.
Dengan demikian, pasar tidak hanya akan mencermati besarnya sanksi, tetapi juga konsistensi pengawasan dan tindak lanjut terhadap pelanggaran.
Risiko Arus Keluar Asing Masih Membayangi
Tekanan asing menjadi salah satu risiko utama IHSG sepanjang November, terutama jika investor global masih mengantisipasi kemungkinan perubahan status Indonesia oleh MSCI.
CGSI memperkirakan potensi arus keluar asing dapat mencapai USD11 miliar atau sekitar Rp199,29 triliun apabila Indonesia benar-benar diturunkan statusnya.
Estimasi tersebut terdiri atas potensi arus keluar pasif sekitar USD3,6 miliar dari dana terkait MSCI, USD1,6 miliar dari dana terkait FTSE dan S&P DJI, serta sekitar USD6,5 miliar dari dana aktif.