Namun, Oktober 2026 justru mencatat koreksi 16,70 persen, menjadikannya penyimpangan yang sangat besar dari pola musiman tersebut.
Sementara itu, pola November lebih berimbang. IHSG menguat dalam empat dari 10 tahun terakhir dan melemah dalam enam tahun, meski secara rata-rata masih mencatat kenaikan 0,58 persen.
Karena itu, seasonality belum memberikan sinyal kuat bahwa IHSG akan otomatis menguat pada November.
Namun, setelah koreksi yang sangat dalam pada Oktober, peluang pemulihan tetap terbuka apabila tekanan jual asing mulai mereda dan sejumlah persoalan yang menekan kepercayaan investor mulai menunjukkan perbaikan.
Reformasi Pasar Jadi Penentu
Salah satu langkah penting pada awal November adalah perubahan metodologi IHSG.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai 2 November 2026 mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.