Lebih dari 80 saham masuk dalam daftar tersebut, termasuk nama-nama besar milik para taipan yang kerap menjadi penggerak IHSG selama ini, seperti BREN, DCII, DSSA, hingga BYAN. Saham-saham tersebut tetap dapat diperdagangkan, tetapi pergerakan harganya tidak lagi memengaruhi IHSG.
Bobotnya kemudian didistribusikan kepada saham yang tetap menjadi konstituen indeks.
BEI memastikan perubahan tersebut tidak mengubah level IHSG secara mekanis.
Level indeks tetap mengacu pada penutupan akhir Oktober, sementara bobot saham HSC dialihkan kepada saham lainnya.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kredibilitas dan transparansi indeks, terutama setelah MSCI mengangkat persoalan transparansi kepemilikan dan dugaan perdagangan terkoordinasi di pasar Indonesia.
MSCI pada 15 Oktober atau 16 Oktober pagi waktu Indonesia membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.