Bank Indonesia akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 17-18 November 2026. Pasar akan mencermati keputusan suku bunga sekaligus sinyal mengenai arah kebijakan moneter ke depan.
Dari Amerika Serikat (AS, tidak ada rapat FOMC reguler pada November.
Namun, risalah rapat Federal Reserve (The Fed) pada 27-28 Oktober akan dirilis pada 18 November, sementara pelaku pasar akan terus mencermati data inflasi, tenaga kerja dan ekspektasi kebijakan The Fed menjelang pertemuan Desember.
Perubahan ekspektasi suku bunga AS dapat memengaruhi imbal hasil US Treasury, dolar AS, rupiah dan pada akhirnya aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Minyak dan Komoditas Ikut Menentukan
Harga minyak dan komoditas juga akan menjadi sentimen penting sepanjang November.
Kenaikan harga minyak yang terlalu tinggi dapat meningkatkan tekanan inflasi dan biaya energi, sekaligus memengaruhi ekspektasi suku bunga global.