Dalam hal ini, AllianzGI Indonesia mengaku menghormati positioning MSCI sebagai salah satu lembaga penyedia indeks yang banyak dijadikan sebagai referensi dan tolok ukur bagi para investor global untuk dapat menyusun strategi investasinya ke depan.
"Kita memang harus akui bahwa di luar posisinya sebagai (lembaga) penyedia indeks, namun di belakang mereka ada banyak investor besar, lembaga hedge fund, wealth management dengan dana jumbo, yang menjadi indeks mereka tolok ukur strategi penempatan dananya," ujar Presiden Direktur & Head of Indonesia AllianzGI Indonesia, Adi Saugi, dalam kesempatan yang sama.
Namun demikian, Adi memastikan bahwa sudut pandang AllianzGI Indonesia terkait penilaian terhadap pasar Indonesia, cukup berbeda dengan poin of view dari pihak MSCI. Alih-alih sepakat atas penilaian MSCI terkait kelayakan pasar Indonesia untuk masuk dalam klasifikasi standalon market, AllianzGI Indonesia justru menyoroti posisi pasar Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama pasar Asia Tenggara.
Ditambah lagi, soal peluang investasi di Indonesia, yang notabene memiliki deretan sektor industri yang demikian variatif, yang relatif tidak dimiliki oleh negara-negara lain.
"Kita bisa lihat, bila Singapura kuat di perbankan, lalu Malaysia lebih ke oil and gas. Nah kita, hampir semua (sektor) bisnis tersedia, mulai dari energi, sawit, batu bara, sampai juga industri kesehatan, macam-macam, semua ada," ujar Adi.