IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan tajam pada produksi beras konsumsi masyarakat yang pada September 2026. Angka realisasi hanya mencapai 2,81 juta ton, anjlok 18,25 persen dibandingkan dengan capaian September 2025 yang menembus 3,44 juta ton.
BPS melaporkan bahwa penurunan luas panen padi pada pengujung kuartal ketiga 2026 berdampak langsung terhadap susutnya pasokan beras siap konsumsi secara tahunan. Kondisi tersebut menyebabkan volume ketersediaan beras di tingkat penggilingan mengalami kontraksi dua digit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Produksi beras untuk yang setara beras ya, untuk yang dikonsumsi pangan masyarakat, ini pada September 2026 diperkirakan mencapai 2,81 juta ton, atau mengalami penurunan sebesar 18,25 persen dibandingkan dengan September 2025 yang besarnya 3,44 juta ton," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Catatan penurunan produksi ini menjadi sorotan di tengah gencarnya pernyataan Kementerian Pertanian (Kementan) yang mengklaim Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa pasokan beras nasional berada dalam posisi surplus berkat percepatan program pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, dan cetak sawah, sehingga ketersediaan pangan pokok diklaim mencukupi kebutuhan rakyat tanpa memerlukan tambahan impor beras medium.