sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dirut BEI Sebut Saham Syariah Lebih Tahan Banting di Tengah Tekanan Pasar

Market news editor Anggie Ariesta
01/11/2026 19:48 WIB
BEI menilai instrumen saham berbasis syariah memiliki daya tahan yang relatif lebih kuat saat pasar saham domestik sedang mengalami tekanan.
Dirut BEI Sebut Saham Syariah Lebih Tahan Banting di Tengah Tekanan Pasar. (Foto:
Dirut BEI Sebut Saham Syariah Lebih Tahan Banting di Tengah Tekanan Pasar. (Foto:

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai instrumen saham berbasis syariah memiliki daya tahan yang relatif lebih kuat saat pasar saham domestik sedang mengalami tekanan. Ketahanan tersebut ditopang oleh karakteristik portofolio yang terbebas dari sektor perbankan konvensional serta ketiadaan transaksi berbasis margin. 

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menjelaskan, ketiadaan emiten perbankan konvensional dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) membuat saham syariah relatif minim dari dampak koreksi tajam yang kerap melanda sektor perbankan saat kondisi pasar tertekan. 

“Kalau kita lihat memang demikian ya, baik dari sisi produknya ya maupun dari sisi investornya, daya tahannya harusnya lebih baik yang di syariah,” kata Jeffrey dalam Capital Market Journalist Workshop Media Gathering 2026 di Lombok, Sabtu (31/10/2026) malam.

Jeffrey menambahkan, faktor lain yang memperkuat daya tahan pasar syariah adalah profil transaksi investornya. Itu karena bertransaksi sesuai prinsip syariah, investor tidak memanfaatkan fasilitas pinjaman berbasis bunga seperti transaksi margin.

Hal ini meminimalkan risiko eksekusi margin call maupun penjualan paksa (forced sell) saat harga saham bergejolak.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement