IDXChannel – Jika Indonesia benar-benar diturunkan status pasarnya oleh MSCI dari Emerging Market ke Standalone Market, tekanan arus keluar dana asing berpotensi menghantam sejumlah saham utama di indeks MSCI Indonesia Standard Cap.
Analis CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) Hadi Soegiarto memperkirakan, dalam riset yang terbit pada 28 Oktober 2026 potensi arus keluar dana pasif dari sembilan saham MSCI Standard Cap mencapai sekitar USD3,34 miliar atau setara Rp60,64 triliun dengan asumsi kurs Rp18.157 per USD.
Estimasi tersebut merupakan bagian dari potensi total arus keluar asing hingga USD11 miliar atau sekitar Rp199,73 triliun jika Indonesia benar-benar mengalami penurunan status pasar.
Berdasarkan perhitungan CGSI, saham yang berpotensi terkena arus keluar dana pasif tersebut mencakup PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Selanjutnya, terdapat PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).