Sejumlah indikator yang perlu dicermati antara lain pertumbuhan kredit, net interest margin (NIM), biaya dana atau cost of fund, rasio efisiensi operasional atau cost-to-income ratio (CIR), rasio NPL, serta biaya risiko kredit atau cost of credit.
Pertumbuhan dana pihak ketiga, terutama CASA, juga menjadi salah satu indikator penting karena berpengaruh terhadap struktur biaya pendanaan dan profitabilitas bank.
Dari sisi valuasi, investor dapat mencermati rasio price-to-earnings (PER), price-to-book value (PBV), serta potensi dividend yield untuk membandingkan daya tarik saham dengan bank sejenis.
Apabila pertumbuhan laba dapat dipertahankan, kualitas aset tetap terjaga, dan valuasi menjadi lebih menarik setelah koreksi, ruang pemulihan saham perbankan BUMN dinilai tetap terbuka.
Namun, tekanan jual investor asing yang berlanjut akibat ketidakpastian kebijakan indeks masih dapat menahan pergerakan saham meskipun fundamental perusahaan relatif solid.