IDXChannel - Saham sektor batu bara diproyeksikan menawarkan imbal hasil dividen rata-rata sekitar 9 persen per tahun pada 2026-2028.
Potensi pendapatan dividen ini dapat menjadi bantalan bagi investor di tengah ketidakpastian pasar saham, meski keberlanjutannya akan bergantung pada pengendalian biaya, arus kas, dan kebijakan pemerintah.
Analis CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI), Rut Yesika Simak dan Juan Christian Abimanyu, memperkirakan harga batu bara Newcastle secara bertahap melandai dari USD133 per ton pada 2026 menjadi USD131 per ton pada 2027 dan USD125 per ton pada 2028.
Meski demikian, proyeksi tersebut masih lebih tinggi dibandingkan level harga pada 2025.
Dalam riset yang terbit pada 23 Oktober 2026, keduanya menilai harga gas alam cair (LNG) yang masih tinggi di Asia dapat menopang permintaan batu bara.