IDXChannel - Harga minyak naik sekitar 1 persen pada Rabu (28/10/2026), didorong kekhawatiran baru mengenai potensi gangguan pasokan energi di Timur Tengah akibat pertempuran yang terus berlangsung di Yaman dan serangan terhadap kilang minyak di Arab Saudi.
Kekhawatiran juga muncul bahwa Amerika Serikat dapat menyerang Iran setelah pemilihan umum paruh waktu AS pekan depan.
Kontrak berjangka (futures) minyak Brent naik 1 persen dan ditutup di level USD115,32 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 3 persen menjadi USD102,78 per barel.
Kenaikan tersebut membuat harga Brent kembali memasuki wilayah jenuh beli untuk keempat kalinya dalam lima hari terakhir.
Pasukan Houthi di Yaman menyerang Bandara Aden pada Rabu, menurut pasukan pemerintah Yaman.