IDXChannel—Kebiasaan mencari tontonan gratis melalui media sosial ternyata bisa membawa risiko lebih besar daripada sekadar merugikan industri film. Hasil riset terbaru mengenai pembajakan streaming di Indonesia menunjukkan bahwa satu dari lima orang pernah mengalami kerugian finansial setelah mengakses situs pembajakan.
Temuan itu dipaparkan dalam peluncuran hasil riset bertajuk Pintu Masuk Pembajakan Streaming yang digelar Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI) bersama Badan Perfilman Indonesia (BPI) pada Kamis (5/11/2026).
Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI), Fauzan Zidni, mengatakan penelitian yang dilakukan Universitas Pelita Harapan bersama BPI, AVISI, dan Asosiasi Produser Film Indonesia tersebut mengonfirmasi bahwa media sosial menjadi salah satu jalur bagi masyarakat untuk menemukan situs bajakan.
Menurut Fauzan, situs bajakan biasanya dipromosikan melalui platform media sosial. Pengguna kemudian diarahkan ke tautan lain untuk mengakses konten ilegal yang mereka cari.
“Sebagian besar mungkin konten bajakannya tidak ada di platform tersebut, tapi dikirimkan ke link-link lain, yang kemudian juga itu jadi sumber untuk judi online dan pornografi,” ujar Fauzan.