Dalam laporan PMI Oktober, Direktur Bidang Ekonomi S&P Global Market Intelligence Trevor Balchin menyebut sektor manufaktur Indonesia menutup triwulan ketiga dengan kinerja yang sangat kuat. Peningkatan produksi dan pesanan baru, yang didukung pertumbuhan ekspor, menjadi faktor penting penguatan tersebut.
Balchin juga menyoroti prospek produksi jangka pendek yang menjanjikan. Hal ini tecermin dari peningkatan tunggakan pekerjaan pada September yang mencapai laju tertinggi dalam lima tahun, meskipun perusahaan telah menambah tenaga kerja.
S&P Global juga mencatat tekanan biaya input pada September mereda ke level terendah dalam enam bulan. Kondisi ini mendorong perusahaan meningkatkan pembelian bahan baku dan memperkuat persediaan input.
(NIA DEVIYANA)