IDXChannel – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan sistem bantuan sosial melalui program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital pada Hari Pahlawan pada 10 November mendatang. Program tersebut dinilai memiliki urgensi untuk mengakhiri persoalan klasik penyaluran yang tidak tepat sasaran.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) turut mendukung pelaksanaan Perlinsos Digital melalui penguatan infrastruktur digital dan konektivitas data antarinstansi. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun tata kelola bantuan sosial yang lebih transparan dan akuntabel guna mempersempit celah kebocoran anggaran serta praktik korupsi.
Keterhubungan data tersebut membantu proses verifikasi calon penerima manfaat agar lebih cepat dan terintegrasi. Dengan dukungan teknologi yang disiapkan Komdigi, pembenahan tata kelola bantuan sosial diharapkan dapat mengurangi risiko duplikasi data dan kendala administratif yang selama ini menghambat ketepatan sasaran penyaluran.
"Perlinsos digital merupakan inovasi kebijakan baru yang sangat bagus dalam membenahi ketepatan sasaran penerima agar bansos merata untuk desil satu hingga desil empat, meski pendataan desilnya harus terus disempurnakan karena masih kerap berubah," ujar Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah kepada iNews Media Group, Senin (26/10/2026).
Perlu diketahui, sebagai kementerian teknis, Komdigi telah menggulirkan uji coba dan simulasi sistem Perlinsos Digital secara bertahap di sejumlah wilayah percontohan. Simulasi ini berfokus pada integrasi data lintas lembaga termasuk sinkronisasi Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang dikunci melalui pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta verifikasi identitas digital.