Secara industri, Mirae memperkirakan pelepasan likuiditas bersih hanya sekitar Rp85 triliun hingga Rp95 triliun, atau sekitar separuh dari manfaat bruto pemangkasan GWM sebesar sekitar Rp170 triliun.
Perhitungan tersebut mengacu pada realisasi KLM melalui FC yang mencapai Rp336,4 triliun. Dengan batas FC sebesar 4 persen, angka tersebut mengindikasikan basis dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp8.400 triliun.
Dengan basis tersebut, pemangkasan GWM 2 poin persentase seharusnya melepaskan likuiditas sekitar Rp170 triliun.
Namun, tingginya penggunaan KLM membuat sebagian manfaat tersebut berpotensi terhapus setelah plafon FC diturunkan menjadi 3 persen.
Mirae memperkirakan sekitar Rp75 triliun hingga Rp85 triliun terpangkas kembali pada 1 Desember 2026.