Menjawab momentum AI di Indonesia dan Asia Tenggara, peluncuran chatbot AI ini berlangsung ketika pemanfaatan kecerdasan buatan meningkat pesat.
Laporan e-Conomy SEA 2026 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, yang terbit pada 21 Oktober 2026, mencatat 243 juta pengguna AI generatif di Asia Tenggara, atau sekitar 58 persen dari populasi pekerja di kawasan.
Momentum tersebut menegaskan peluang untuk membawa AI dari penggunaan sehari-hari menuju pekerjaan bisnis yang semakin konkret.
Satu Pusat AI, Seluruh Bisnis Terintegrasi
Syntegra ditujukan untuk profesional, UMKM, dan perusahaan yang ingin menyederhanakan operasional melalui AI yang praktis dan mudah digunakan. Platform ini dikembangkan secara bertahap untuk menyatukan data, aplikasi, dan proses kerja melalui pengalaman percakapan dengan Nesia.
“Visi kami sederhana tetapi besar: Satu Pusat AI, Seluruh Bisnis Terintegrasi. Kami ingin pemilik usaha Indonesia memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir, mengambil keputusan, membangun tim, dan mengembangkan bisnisnya, sementara pekerjaan administratif semakin banyak dibantu oleh teknologi,” tutup Harianto.
(Nadya Kurnia)