IDXChannel - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Malang memiliki peluang mengembangkan produk ekonomi kreatif bernilai tambah tinggi berbahan dasar minyak sawit dan turunannya. Terdapat sekitar 200 jenis produk turunan sawit yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk menghasilkan beragam produk, mulai dari makanan dan kerajinan tangan hingga batik.
Potensi tersebut diangkat dalam Pekan Jurnalis dan UMKM Sawit 2026 bertema “Menyuarakan Narasi Sawit Baik Bersama Media dan UMKM” di Malang, Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini mempertemukan insan pers dan pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan potensi produk turunan sawit untuk mengembangkan usaha lokal.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang menjadikan Kota Malang sebagai pusat edukasi mengenai industri sawit dan UMKM. Apresiasi tersebut disampaikan melalui sambutan yang dibacakan Kepala Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Farid Suaidi.
“Atas nama Pemerintah Kota Malang, saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, yang saya nilai sebagai ruang untuk memperkuat komunikasi, memperluas wawasan, dan membangun pemahaman masyarakat mengenai industri kelapa sawit,” ujarnya.
Wahyu menekankan bahwa edukasi publik mengenai sawit sebagai komoditas strategis nasional membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurut dia, industri sawit berperan dalam menggerakkan perekonomian, termasuk sektor UMKM. Karena itu, pelaku usaha perlu terus berinovasi, memperluas pasar, dan menciptakan peluang ekonomi baru. Forum tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai kualitas, keamanan, dan manfaat produk oleofood berbasis sawit.