IDXChannel – Sebanyak 50,5 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia optimistis terhadap prospek bisnis pada 2027. Meski demikian, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan operasional, mulai dari kebutuhan pengiriman yang semakin beragam hingga potensi kenaikan biaya logistik.
Berdasarkan Survei UMKM 2026 yang dirilis Lalamove pada Senin (26/10/2026), sebanyak 37,6 persen responden memperkirakan biaya transportasi dan logistik meningkat pada tahun depan. Sementara itu, 50,5 persen responden memperkirakan biaya tersebut relatif tetap, sedangkan 30,3 persen responden menyatakan berhati-hati dalam memandang prospek bisnis pada 2027.
Survei terhadap lebih dari 300 pelaku UMKM pengguna Lalamove tersebut juga menunjukkan perubahan kebutuhan pengiriman. Sebanyak 60,7 persen responden menyatakan semakin membutuhkan layanan pengiriman ke beberapa titik tujuan. Adapun 43,3 persen responden membutuhkan pengiriman di luar jam operasional atau dengan waktu yang lebih fleksibel.
Perubahan kebutuhan tersebut antara lain dipengaruhi ekspektasi pelanggan terhadap layanan yang lebih cepat, sebagaimana disampaikan 36,3 persen responden. Sementara itu, 34,3 persen responden menyebut peningkatan jumlah pesanan pelanggan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kebutuhan pengiriman.
Dari jenis barang yang dikirim, makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) menjadi kategori terbesar dengan persentase 42,4 persen. Selanjutnya, dokumen dan berkas kantor mencapai 25,9 persen, sedangkan pakaian dan barang fesyen sebesar 23,2 persen.