IDXChannel - Amerika Serikat (AS) berencana segera melarang perusahaan telekomunikasi China mengakses nomor telepon AS secara langsung dengan alasan keamanan nasional. Kebijakan ini dirancang untuk mencegah panggilan otomatis (robocall) yang berkaitan dengan penipuan.
Melansir Reuters, Sabtu (31/10/2026), Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) mengatakan akan melakukan pemungutan suara pada 19 November atas proposal untuk melarang China Mobile (600941.SS), China Telecom (601728.SS), China Unicom (0762.HK), serta penyedia layanan lain yang menggunakan teknologi berbasis IP untuk mengakses nomor telepon AS secara langsung.
Bagi perusahaan telekomunikasi yang menyediakan layanan Voice over Internet Protocol (VoIP), yakni teknologi yang mengubah suara menjadi data digital dan mengirimkannya melalui koneksi broadband, akses langsung merupakan pilihan yang jauh lebih murah dan memudahkan perusahaan menawarkan fitur-fitur canggih.
“Dengan keputusan ini, FCC akan memperkuat garis pertahanan pertama kami terhadap pihak-pihak yang berniat jahat dan pelaku panggilan otomatis ilegal,” kata Ketua FCC Brendan Carr dalam sebuah pernyataan.
Kedutaan Besar China di Washington mengkritik langkah tersebut. Menurut mereka, kebijakan itu sangat menghambat kerja sama ekonomi dan perdagangan yang normal antara perusahaan China dan Amerika Serikat serta tidak menguntungkan pihak mana pun, termasuk perusahaan dan konsumen AS.
FCC juga mengatakan pihaknya berencana melarang penyedia layanan berbasis IP yang menggunakan peralatan dari perusahaan-perusahaan dalam daftar FCC yang dinilai mengancam keamanan nasional, termasuk Huawei atau ZTE (000063.SZ).
Lembaga tersebut menambahkan mereka akan melarang seluruh laboratorium pengujian asal China menguji perangkat elektronik AS mulai Desember 2028. FCC juga dapat mencabut izin akses langsung ke nomor telepon bagi perusahaan China yang dinilai menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional.
Sebelumnya, FCC telah melarang China Mobile, China Telecom, dan China Unicom menyediakan layanan telekomunikasi internasional ke Amerika Serikat.
Langkah lain yang tengah dipertimbangkan mencakup pelarangan perusahaan-perusahaan tersebut untuk terhubung ke jaringan AS dan mengoperasikan pusat data mereka di negara tersebut.