Kekhawatiran mengenai potensi aksi mata-mata dan dampak merugikan lainnya akibat akses China terhadap data serta infrastruktur telekomunikasi AS meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada akhir 2024, Washington menyatakan kelompok spionase siber yang disponsori negara China bernama Salt Typhoon telah mencuri catatan panggilan konsumen dan data panggilan di AS, serta menyusup ke sejumlah perusahaan telekomunikasi dan infrastruktur telekomunikasi AS.
Biro Investigasi Federal (FBI) menyatakan pada tahun ini bahwa ancaman dari Salt Typhoon masih terus berlangsung hingga saat ini.
Pada Juli, FCC memasukkan Digitalsystem Technology yang berbasis di California ke dalam daftar perusahaan yang dinilai mengancam keamanan nasional AS. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keterkaitan perusahaan itu dengan perusahaan telekomunikasi China serta kepemilikannya oleh seorang warga negara China.
(NIA DEVIYANA)