"Literasinya masih sangat rendah, padahal awalnya niatmu apa dulu, kalau untuk ibadah maka caranya pun harus baik dengan mengecek saham syariah dan tidak boleh pakai leverage atau pinjam dulu, melainkan dari habit menabung baru kemudian berinvestasi," kata Joddy.
Koreksi harga di pasar saham saat ini dipandang sebagai momentum strategis bagi pemodal pemula untuk mengakumulasi aset secara bertahap sesuai tujuan keuangan masa depan. Diversifikasi instrumen berbasis syariah kini semakin luas dan mudah diakses, mencakup reksa dana, sukuk tabungan, wakaf saham, hingga produk exchange traded fund (ETF) emas.
"Saat ini IHSG di level 5.000 menjadi peluang bagus sesuai tujuan jangka panjang dan arus kas, apalagi pilihan pasar modal syariah sangat luas mulai dari reksa dana, SBN syariah, wakaf saham, sampai ETF syariah dan ETF emas yang proses belajarnya perlu bertahap dan tidak buru-buru," tutur Joddy.
Dari sudut pandang hukum Islam, pendakwah Ustaz Handy Bonny menekankan konsep kepemilikan materi telah diatur secara berkeadilan guna menjamin hak setiap individu dalam mengusahakan rezekinya secara halal.
"Di dalam Islam itu diatur tentang harta, salah satunya harta pribadi yang bisa didapatkan dan diperjuangkan sendiri, seperti bekerja, berusaha, atau ketika mendapatkan warisan," kata Handy.