IDXChannel - Industri petrokimia nasional mendorong penguatan ketahanan bahan baku melalui diversifikasi feedstock sekaligus kepastian kebijakan energi dan insentif. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya saing industri di tengah volatilitas harga komoditas dan ketidakpastian geopolitik global.
Direktur Industri Kimia Hulu, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Sri Bimo Pratomo mengatakan, kebutuhan bahan baku industri petrokimia nasional masih cukup bergantung pada impor, terutama untuk nafta dan LPG.
Ketergantungan tersebut membuat industri rentan terhadap perubahan harga komoditas global, nilai tukar, biaya logistik dan gangguan rantai pasok akibat perkembangan geopolitik.
“Bahan baku seperti nafta dan LPG masih dipenuhi dari impor, sehingga sangat terdampak situasi geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar,” ujarnya dalam diskusi bertemakan Outlook Industri Petrokimia 2027 di Sentul, Jawa Barat, Jumat (6/11/2026).