IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ekonomi Provinsi Aceh tumbuh 4,6 persen hingga 5,1 persen sepanjang 2026.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh proses pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir 2025, serta konsumsi rumah tangga dan investasi swasta yang masih cukup kuat.
"Perlu kita lihat bahwa bencana yang terjadi sebelumnya berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Banyak UMKM terdampak, begitu juga dengan para petani yang kehilangan kemampuan untuk bekerja dan memperoleh pendapatan," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh, Agus Chusaini dalam pelatihan wartawan Bank Indonesia Semester II-2026 di Sabang, Aceh, Kamis (5/11/2026).
Menurut Agus, proses rehabilitasi dan rekonstruksi mulai membantu memulihkan sumber penghidupan masyarakat, khususnya petani yang terdampak bencana. Sebagian petani telah kembali memperoleh penghasilan, meskipun masih bekerja secara serabutan.
Pemulihan ini turut mengembalikan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung penyerapan tenaga kerja di daerah.