“BGN tidak menutup mata bahwa kita ada persoalan, tetapi kita juga tidak boleh menutup mata terhadap inovasi, pengalaman best practice, atau pengalaman terbaik dari banyak pihak, termasuk dari negara lain. Apakah Jepang, India, Brasil, dan banyak negara lainnya,” katanya.
Menurutnya, berbagai pengalaman tersebut selanjutnya dapat dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia. Dengan pendekatan tersebut, BGN berupaya memastikan setiap pembelajaran yang diperoleh dapat memberikan nilai tambah bagi penguatan tata kelola dan pelaksanaan MBG.
“Yang kita cari adalah model seperti apa yang kemudian terbaik yang bisa kita lakukan dengan yang sekarang sudah ada. Tinggal kita adopsi sedikit dan kita sesuaikan,” kata Sudaryono.
(Nur Ichsan Yuniarto)