Dalam survei yang sama, sebanyak 60,7 persen responden mengaku semakin membutuhkan layanan pengiriman ke beberapa titik tujuan. Sementara itu, 43,3 persen membutuhkan pengiriman di luar jam operasional atau dengan waktu yang lebih fleksibel.
Perubahan tersebut berkaitan dengan tuntutan pelanggan yang menginginkan layanan lebih cepat. Sebanyak 36,3 persen responden menyebut ekspektasi terhadap kecepatan layanan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kebutuhan operasional mereka.
Selain itu, 34,3 persen responden mengaitkan perubahan kebutuhan pengiriman dengan meningkatnya jumlah pesanan pelanggan.
Jenis barang yang dikirim pun cukup beragam. Makanan dan minuman menjadi kategori terbesar dengan persentase 42,4 persen, diikuti dokumen dan berkas kantor sebesar 25,9 persen serta pakaian dan produk fashion sebanyak 23,2 persen.
Keragaman tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan logistik UMKM tidak selalu sama. Pelaku usaha perlu menyesuaikan pengiriman dengan jenis barang, tujuan, hingga waktu yang dibutuhkan pelanggan.