Kuncinya, kata Ibrahim, adalah apakah kenaikan impor mampu mendorong kapasitas produksi dan ekspor Indonesia, atau justru membuat surplus perdagangan semakin menipis.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.160-Rp18.210 per USD.
(NIA DEVIYANA)