IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada penutupan perdagangan Rabu (28/10/2026). Mata uang Garuda turun 28 poin atau 0,15 persen ke Rp18.184 per USD.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah masih tertekan sentimen ganda, terutama dari eksternal.
Upaya diplomatik terkini berfokus pada pembicaraan yang melibatkan Iran, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan, sementara para pejabat Qatar juga telah menjalin komunikasi dengan Teheran dalam upaya mencegah meluasnya konflik. Para pejabat senior dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bertemu dengan para pemimpin Iran di Teheran pada Senin, dengan tujuan mengurangi ketegangan regional dan membuka jalur untuk negosiasi.
“Menurut sejumlah laporan, pembahasan tersebut mencakup serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi, kemungkinan diadakannya pembicaraan antara AS dan Iran, gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz, serta blokade yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Upaya diplomatik ini telah membantu meredakan kekhawatiran mendesak mengenai eskalasi militer lebih lanjut, namun para investor tetap bersikap hati-hati terkait apakah upaya tersebut akan menghasilkan de-eskalasi yang langgeng,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Presiden AS Donald Trump tetap membuka kemungkinan untuk melakukan tindakan militer lebih lanjut terhadap Iran, sementara pihak Teheran menyatakan negosiasi dengan Washington memerlukan konsesi tertentu, termasuk penghentian blokade AS dan pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Iran. Risiko terhadap pasokan tetap cukup besar. Konflik dengan Iran telah mengganggu pelayaran komersial melalui Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb, dua jalur penting bagi perdagangan energi global.