Dampak terhadap saham lebih banyak berasal dari faktor teknis, terutama penyesuaian aliran dana, serta potensi kenaikan cost of equity atau biaya ekuitas akibat meningkatnya ketidakpastian mengenai status pasar Indonesia.
Mirae juga menyoroti pengalaman Pakistan pada 2008 sebagai pembanding.
Negara tersebut menjadi preseden ketika MSCI mengeluarkan suatu pasar dari kategori Emerging Market menyusul persoalan yang berkaitan dengan kebijakan dan kondisi pasar domestiknya.
Pada periode tersebut, valuasi saham perbankan Pakistan sempat tertekan tajam dibandingkan indeks MSCI Emerging Markets sebelum akhirnya pulih setelah status pasar diperbaiki.
Untuk Indonesia, Mirae mencatat bahwa pasar saham domestik telah mengalami de-rating sekitar 19 persen relatif terhadap pasar negara berkembang sejak akhir Januari 2026.
Valuasi pasar Indonesia juga telah berada jauh di bawah rata-rata historis 20 tahun terakhir.