IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih dalam tren turun dengan volatilitas tinggi pada perdagangan hari ini, Senin (19/10/2026). Sebelumnya, indeks ditutup turun 11,57 persen ke 5.185,10 pada Jumat (16/10/2025).
Perdagangan akhir pekan lalu juga diwarnai trading halt setelah MSCI membuka konsultasi perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Tekanan jual meluas dengan 812 saham melemah, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap transparansi dan investabilitas pasar domestik.
Untuk perdagangan hari ini, Technical Analys Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, volatilitas berpotensi tetap tinggi seiring kekhawatiran investor terhadap risiko capital outflow dan ketidakpastian klasifikasi MSCI.
“Perhatian juga tertuju pada langkah BEI dan OJK dalam memperkuat transparansi, integritas, serta kredibilitas pasar modal. Selama belum ada kejelasan yang meredakan kekhawatiran tersebut, tekanan terhadap IHSG dan rupiah masih perlu diwaspadai,” tulis Reza dalam risetnya, Jumat (16/10/2026).
Lebih lanjut, Reza mengatakan secara teknikal IHSG mengalami breakdown tajam dari pola Head & Shoulders setelah gagal bertahan di atas neckline psikologis 6.000. MACD menunjukkan momentum bearish yang menguat, dengan garis MACD berada di bawah signal line dan histogram negatif semakin melebar.