Pola transaksi dengan frekuensi serendah itu tidak lazim untuk perdagangan pasar reguler.
Dampak ke indeks
Dengan bobot pascarebalancing, pergerakan harga kedua saham kini lebih terasa bagi IHSG.
Menggunakan basis indeks 5.030 seperti yang dipakai BRI Danareksa, kenaikan 1 persen pada SMMA setara dengan sekitar 1,8 poin IHSG, sedangkan CASA sekitar 1 poin.
Secara kasar, lonjakan 4,42 persen CASA pada Senin setara dengan kontribusi sekitar 4,5 poin terhadap indeks, padahal ditopang transaksi senilai Rp74,57 juta.
Harga kedua saham memang telah bergerak jauh dalam setahun. Sejak 3 November 2025, CASA naik 73,4 persen dari Rp1.090 ke Rp1.890 per saham, sedangkan SMMA naik 58,8 persen dari Rp13.000 ke Rp20.650 per saham.