Menurut Jeffrey, turunnya harga sejumlah saham ke bawah Rp50 tidak serta-merta memberikan tekanan besar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sebab, saham-saham yang sebelumnya bertahan di level Rp50 memiliki bobot yang relatif kecil terhadap pergerakan indeks.
"Kalau tadi, sekitar jam 14.30 saya ter-update bahwa ada 69 saham yang diperdagangkan di bawah Rp50 di pasar reguler," katanya.
Dia juga mengakui penerapan kebijakan baru tersebut berpotensi membuat volatilitas pada sejumlah saham meningkat dalam jangka pendek. Kondisi tersebut terutama terjadi pada saham-saham yang selama bertahun-tahun berada di level Rp50 dan minim transaksi.
Jeffrey menuturkan, kondisi tersebut menunjukkan harga Rp50 belum tentu mencerminkan nilai wajar saham berdasarkan kesepakatan pelaku pasar.