Untuk merealisasikan penghematan, pemerintah memperbanyak agenda rapat secara daring, membatasi perjalanan dinas non-prioritas, serta menekan frekuensi perjalanan tanpa mengganggu program utama.
Pagu hasil efisiensi ini nantinya diblokir pada Halaman IV DIPA menggunakan kode 9 (automatic adjustment).
Sudarto menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk mempertajam pengelolaan belanja negara agar lebih efektif dan berdaya guna di akhir tahun.
"Oleh karena itu, pencapaian target prioritas pembangunan menjadi fokus dan penajaman belanja tidak boleh mengganggu pelayanan publik," kata Sudarto.
Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat efektivitas pelaksanaan anggaran, mewujudkan belanja yang berkualitas (spending better), serta menjaga fokus pencapaian target utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.