Serangkaian data ekonomi yang lemah telah meningkatkan tekanan pada para pembuat kebijakan untuk meluncurkan langkah-langkah dukungan lebih lanjut, karena penjualan ritel dan investasi tetap lemah.
Pekan ini, China mengumumkan langkah-langkah yang dirancang untuk mengarahkan kredit yang lebih murah ke berbagai sektor termasuk infrastruktur dan teknologi, serta memperluas dukungan untuk pembeli rumah.
Indeks PMI non-manufaktur, yang mencakup jasa dan konstruksi, tercatat 50,2 pada September, dibandingkan dengan 49,0 pada Agustus, menurut Biro Statistik Nasional (NBS). (Wahyu Dwi Anggoro)