sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

RI Langganan Defisit Perdagangan Migas, Dukungan Sektor Hulu Jadi Tumpuan Tingkatkan Produksi

Economics editor Yanto Kusdiantono
01/11/2026 14:51 WIB
Defisit tersebut utamanya disebabkan oleh impor minyak untuk menutup kekurangan pasokan domestik sekitar 1,0–1,2 juta barel oil per day (BOPD).
RI Langganan Defisit Perdagangan Migas, Dukungan Sektor Hulu Jadi Tumpuan Tingkatkan Produksi, (Foto: Reforminer)
RI Langganan Defisit Perdagangan Migas, Dukungan Sektor Hulu Jadi Tumpuan Tingkatkan Produksi, (Foto: Reforminer)

Perkembangan dari sisi sumber daya juga terlihat pada cadangan yang meningkat dari 13.274 MMBOE pada 2024 menjadi 14.053 MMBOE pada 2025. 

“Dalam beberapa tahun terakhir, eksplorasi di Indonesia juga menghasilkan sejumlah temuan migas berskala besar (big fish),” kata Komaidi, dikutip Minggu (1/11/2026).

Menurutnya, rangkaian temuan ini dimulai pada 2022 melalui Timpan-1 di Andaman II, dengan potensi sekitar 2 TCF gas. Setahun kemudian, Geng North-1 di Kalimantan Timur ditemukan dengan potensi sekitar 5 TCF gas dan 400 juta barel kondensat, disusul oleh Layaran-1 di South Andaman dengan sekitar 6 TCF gas in-place. 

Keduanya menjadi bagian dari temuan laut dalam terbesar di dunia pada 2023. Tren ini berlanjut pada 2024 lewat Tangkulo-1 di South Andaman dengan potensi sekitar 2 TCF gas. 

Terbaru, lapangan Geliga-1 di Kalimantan Timur, yang ditemukan pada 2026, diperkirakan menyimpan sekitar 5 TCF gas dan 300 juta barel kondensat. Penilaian terhadap iklim investasi hulu migas Indonesia menunjukkan perkembangan positif. 

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement