IDXChannel—Kementerian Perdagangan memfasilitasi pengiriman 7 ton cabai rawit dari Probolinggo, Jawa Timur, ke Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, untuk mengurangi disparitas harga cabai rawit antarwilayah.
Pengiriman cabai rawit ini sekaligus memperkuat pasokan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, fasilitasi pengiriman ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas perdagangan antardaerah, khususnya dengan menghubungkan sentra produksi dan daerah yang mengalami keterbatasan pasokan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok), terutama menjelang momen Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
“Untuk mengatasi kesenjangan harga bapok antarwilayah, Kemendag mendorong kerja sama pasokan antara daerah sentra produksi dan daerah yang membutuhkan. Melalui fasilitasi ini, kami berharap tambahan pasokan dapat menjaga keseimbangan harga, serta memastikan masyarakat memperoleh bapok dengan harga yang terjangkau,” ujar Mendag Busan (31/10/2026).
Mendag Busan menjelaskan, pengiriman cabai rawit ke Halmahera Utara merupakan bagian dari kerja sama distribusi pangan antardaerah yang difasilitasi Kemendag bersama Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara. Pengiriman turut didukung Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).