Dia menyebut agenda hilirisasi dan transisi energi dinilai semakin penting di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi global. Sebab, kondisi geopolitik menentukan nasib ketahan negara baik dari sisi pengelola fiskal maupun perekonomian masyarakat.
"Kedua kenapa ini penting, kita tahu bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu dan konstelasi dinamika ekonomi dunia juga yang menuntut untuk terjadinya energi yang bersih," ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
(Dhera Arizona)