"Ya mungkin ada 1-2 kementerian lagi yang terkait dengan hilirisasi. Kalau kita bicara hilirisasi kan, kita bicara industrialisasi," katanya.
Selain itu, Bahlil menambahkan, untuk sementara ini anggaran operasional Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi masih tergabung dalam pagu Kementerian ESDM.
"Jadi kami sudah menyampaikan bahwa Menko hilirisasi ini karena menterinya satu, jadi kita memakai anggaran dari Kementerian ESDM," kata Bahlil.
Baca Juga:
Sebelumnya, Bahlil menjelaskan, salah satu alasan dibentuknya Kemenko baru ini karena agenda hilirisasi dan transisi energi akan menjadi fokus pemerintahan Presiden Prabowo ke depannya.