Sementara itu, ekonomi China diperkirakan melambat menjadi 4,5 persen pada 2026 dan 4 persen pada 2027.
Di tengah perbedaan prospek pertumbuhan tersebut, lonjakan harga energi menjadi salah satu risiko utama bagi perekonomian global.
IMF memperkirakan harga minyak mencapai USD95,7 per barel pada 2026, melonjak 41 persen secara tahunan, sebelum turun menjadi USD87,4 per barel pada 2027.
Kenaikan harga minyak tersebut diperkirakan mendorong inflasi global mencapai 4,7 persen pada 2026, sebelum melandai menjadi 4,1 persen pada 2027.
Risiko terhadap perekonomian global akan semakin besar apabila harga energi bertahan tinggi lebih lama.