IDXChannel – Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,1 persen.
Namun, kenaikan harga minyak dunia berpotensi menekan stabilitas eksternal Indonesia, mulai dari membengkaknya defisit migas dan beban subsidi energi hingga pelemahan rupiah.
Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menilai, meskipun prospek pertumbuhan Indonesia relatif terjaga, kenaikan harga energi menjadi risiko yang perlu diwaspadai.
Pasalnya, Indonesia masih berstatus sebagai importir neto minyak dan gas bumi (migas), sehingga kenaikan harga minyak dunia dapat memperlebar defisit migas dan meningkatkan tekanan terhadap anggaran negara.
Dalam riset yang terbit pada 14 Oktober 2026, Rully menjelaskan, IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 3,1 persen untuk 2026 dan menaikkan proyeksi 2027 sebesar 0,2 poin persentase menjadi 3,4 persen.