IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,02 persen ke level Rp17.903 per USD pada perdagangan Rabu (14/10/2026).
Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta penantian pelaku pasar terhadap data inflasi Amerika Serikat (AS).
Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen yang menekan rupiah berasal dari serangan kelompok Houthi terhadap gedung administrasi milik perusahaan minyak negara Arab Saudi, Saudi Aramco, di Dhahran. Serangan tersebut memicu kebakaran berskala kecil.
“Kelompok tersebut telah meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) ke arah Arab Saudi selama sepekan terakhir sebagai balasan atas dukungan kerajaan tersebut terhadap pasukan pemerintah Yaman,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (14/10/2026).
Selain itu, serangan terhadap Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh dilaporkan telah terjadi beberapa kali. Serangan pada Sabtu lalu menewaskan 13 orang, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di kawasan tersebut.