Ketegangan juga meningkat setelah Iran menerapkan taktik baru untuk menyasar kapal-kapal di Selat Hormuz. Mengutip laporan Reuters, dua pejabat senior Iran mengatakan perubahan strategi tersebut bertujuan mempertahankan harga minyak tetap tinggi sekaligus memengaruhi pemilihan umum paruh waktu AS.
Keputusan untuk mengubah strategi itu disebut diambil pada tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan dikoordinasikan di seluruh pemerintahan.
Seorang pejabat militer AS yang berbicara dengan syarat anonim juga mengonfirmasi adanya perubahan taktik Iran. Setelah sebagian besar kemampuan radar Iran dihancurkan oleh serangan AS, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mulai menggunakan pengamat tanpa senjata di atas kapal-kapal kecil untuk mengidentifikasi sasaran potensial, termasuk kapal Angkatan Laut AS.
Dari Rusia, pemerintah menyatakan tidak melihat hubungan langsung antara perundingan damai dengan Ukraina dan kesepakatan ekspor solar ke AS. Pernyataan tersebut muncul setelah Reuters melaporkan bahwa utusan AS telah menyampaikan kepada pejabat Ukraina bahwa kesepakatan ekspor tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mendorong Rusia kembali ke meja perundingan guna mencapai kesepakatan damai.
Di tengah ketidakpastian geopolitik, pelaku pasar juga menantikan rilis Indeks Harga Konsumen atau Consumer Price Index (CPI) AS untuk September 2026. Data tersebut menjadi perhatian karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve.